RSS

Sleep Paralysis (Antara Mistis dan Sains)

25 Mar

Mungkin kita pernah merasakan pada saat tertidur, kita tiba – tiba terbangun namun badan kita serasa ditindih oleh sesuatu… Kemudian kita melihat makhluk aneh atau semacamnya sedang menindih kita…

Fenomena seperti ini kemudian banyak dihubungkan dengan mitos dan cerita mistis… Ada yang menyebutnya ketindihan, erep2.. dan banyak lagi… Baik di mancanegara maupun di Indonesia, fenomena ini memang banyak dikaitkan dengn sisi mistis, mitos, dan kepercayaan spiritual suku – suku tertentu.

Namun, apakah benar fenomena ini adalah mistis? Apakah memang makhluk gaib, iblis, arwah orang mati, atau hantukah yang menindih kita ketika tertidur sehingga menyulitkan kita bergerak dan melihat makhluk2 aneh dan menyeramkan ketika mengalmi fenomena ini????

Berikut penjelasannya…

OTAK

Tahukah anda, fenomena yang selama ini identik dengan mistis dan menyeramkan itu, sumber masalahnya adalah dari otak.

Kita tahu bahwa otak adalah bagian yang paling sensitif dalam tubuh kita. Ribuan sel syaraf tertanam di dalam otak kita dan membantu kita dalam berfikir, bergerak, dan banyak lagi…

Dalam otak terdapat jutaan sel syaraf yang saling berinteraksi, interaksi tersebut adalah berupa lompatan impuls yang berupa sinyal listrik dari satu neuron ke neuron yang lain. Lompatan – lompatan impuls ini kemudian menghasilkan suatu gelombang, semakin cepat frekuensi lompatan impuls maka semakin besar frekuensi gelombang yang dihasilkan.

Besarnya frekuensi gelombang otak menandakan kondisi fisik, kesadaran. dan pikiran kita..

Betha, frekuensi 12 – 25 Hz.

Dominan pada saat kita dalam kondisi terjaga, menjalani aktifitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisa tinggi.

Alpha, frekuensi 8 – 12 Hz.

Dominan pada saat tubuh dan pikiran rileks dan tetap waspada. Misalnya ketika kita sedang membaca, menulis, berdoa dan ketika kita fokus pada suatu obyek. Gelombang alpha berfungsi sebagai penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa juga menandakan bahwa seseorang dalam kondisi light trance atau kondisi hypnosis yang ringan. Pada level ini sering terjadi mimpi atau hayalan.

Theta, frekuensi 4 – 8 Hz.

Dominan di saat kita dalam kondisi hypnosis, meditasi dalam, hamper tidur, atau tidur.

Delta, frekuensi 0,1 – 4 Hz.

Dominan saat tidur lelap tanpa mimpi. Dan juga dialami oleh mereka yang jatuh pingsan atau koma dengan skala yang ‘parah’. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan manusia. Bila seseorang tidur dalam keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski tertidur hanya sebentar, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. Dan di wilayah inilah tidur tahap paling dalam (Rapid Eye Movement) terjadi.

Pada keadaan normal, proses tidur manusia yang baik adalah berturut – turut dimulai dari Betha sampai Delta, namun jika keadaan tubuh kita sedang stress, kelelahan, dan jam tidur tidak teratur maka urutannya menjadi betha, alpha, delta, dan kembali ke betha. Karena gelombang otak dari tahap tidur dalam langsung lompat ke tahap sadar secara tiba – tiba, maka tubuh akan mengalami kesadaran di bagian tubuh atas (mata, telinga) tetapi bagian tubuh yang lain belum sadar (khususnya bagian bawah tubuh). Dan hal itu memicu fenomena sleep paralysis atau yang biasa disebut ketindihan. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Jadi, sebenarnya sleep paralysis adalah fenomena yang diakibatkan karena gangguan tidur dan gelombang otak. Fenomena ini juga dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berhubungan dengan mistis.

Untuk info lebih lanjut dapat didownload disini. (gratis)

 

8 responses to “Sleep Paralysis (Antara Mistis dan Sains)

  1. wulanwidianti

    March 27, 2010 at 2:11 pm

    serem bgt gambar na,,,gue sering ngerasain sleep paralisis tuh,,tiap pg susah bgt gw bangun,,hahahaa

     
  2. ran4koak

    June 1, 2010 at 4:52 am

    XDD wah wah! Penelitian bareng Nuni XDD keren abis dah hahahaha😀

     
  3. Andre

    September 1, 2010 at 9:55 pm

    GOOGLE – CRONE, OLD HAG SYNDROME, ALIEN ABUCTION, SLEEP PARALYSIS

    The way a person understands this depends on their culture.

     
  4. aska

    April 28, 2012 at 12:41 pm

    itu bagi anda yang belum merasakannya…sok ilmiah…nih.aku pernah merasakan yang kau sebut mitos….hhhhhhhhhh..sok pinter lho bahas misteri dunia.hhjhh

     
    • DANIEL ROLAS SURUNG NAINGGOLAN

      May 1, 2012 at 3:17 am

      Sebelumnya, terimakasih sudah membaca blog saya… Saya hanya mencoba menyajikan segala info dengan baik. Terserah anda jika ingin percaya atau tidak… Atau jika anda lebih memilih percaya dengan hal-hal mistis… itu pilihan anda…

      Saya pernah merasakan… Dan mitos lah yang membuat saya sempat ketakutan berlebihan… namun ketika saya mempelajarinya, saya mencoba mengatur pola tidur saya dan hal itu tidak pernah terjadi lagi…
      Sedangkan orang-orang yang percaya hal tsb adalah mistis akan mengalaminya lagi dan seterusnya begitu. Hal itu karena sugesti diri sendiri yang menyebabkan mereka ketakutan (terlebih ketika akan tidur) yang membuat pola tidur dan gelombang otak tidak teratur… dan kemungkinan terjadinya sleep paralysis akan semakin besar.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: