RSS

The Da Vinci Code; Penghujatan Dibalik Sebuah Bacaan (Part 2: Keaslian Alkitab)

13 Jan

Shalom Elohim…

Postingan berikut adalah kelanjutan dari penjabaran fakta dari buku DVC yang isinya meneror iman Kristiani…

Brown dalam bukunya mengatakan bahwa kitab-kitab Perjanjian Baru (New Testament) yang digunakan oleh orang Kristen saat ini adalah karangan kasiar Konstantine melalui konsili Nicea tahun 325. Sedangkan kitab-kitab suci yang asli justru dibakar oleh anggota konsili Nicea karena berisi kebenaran yang mengatakan bahwa “Yesus bukan Tuhan”.

Brown benar ketika mengatakan bahwa Alkitab tidak datang dengan cara di fax dari sorga. Sebab Kekristenan tidak mengajarkan bahwa Alkitab dikirim secara langsung dari Sorga. Namun Dan Brown salah besar ketika mengatakan bahwa Konstantine lah yang membuat Alkitab. Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohannes sudah jauh lebih tua dari konsili Nicea. Kanon Muratorian (tahun 190), mencantumkan 29 kitab dan surat PB (Perjanjian Baru), 27 diantaranya sama dengan kitab PB saat ini. Sedangkan 2 lainnya yaitu Wahyu kepada Petrus dan hikmat Salomo dikeluarkan oleh bapa gereja dari kanon karena isinya tidak setara dengan kitab lainnya.

Brown mengutip “injil Philip” yang mengatakan bahwa Yesus mencintai Maria Magdalena lebih dari seluruh muridNya dan Yesus sering mencium Maria.

Injil Philip adalah sebuah kitab Gnostik yang ditulis sekitar abad ketiga. Kitab ini disebut injil Philip bukan karena ditulis oleh Filipus tetapi karena tidak ada disinggung nama rasul lain selain rasul Filipus. Brown juga tidak mengatakan bahwa injil tersebut ditulis dalam bahasa Mesir dengan latar bahasa Siria, daerah dimana kaum Gnostik berkembang pesat. Berbeda dengan injil yang lain, yang ditulis dalam bahasa Yunani. Sehingga dapat disimpulkan bahwa injil tersebut tidak berkaitan dengan injil yang lain.

Brown mengatakan kumpulan kitab-kitab Injil yang coba dimusnahkan oleh Konstantin ada yang berhasil diselamatkan. Injil-injil tersebut ditemukan kembali di gua Qumran dekat Laut Mati pada tahun 1950-an, yang dikenal dengan the dead sea scrolls (gulungan kitab Laut Mati), dan gulungan Nag Hammadi pada tahun 1945.

Satu lagi kebohongan Brown… dia mengatakan bahwa injil pada PB yang asli yang dimusnahkan Konstantin untuk diganti dengan yang baru alias karangan Konstantin yang ada di gua Qumran. Faktanya, the dead sea scrolls berisi kitab-kitab PL (Perjanjian Lama/Old Testament) bukan PB!. Dan gulungan Nag Hammadi adalah kitab kaum Gnostik. Kaum yang muncul sejak abad kedua yang mengklaim mereka punya pengetahuan rahasia yang tidak dimiliki oleh orang Kristen biasa. Padahal isi kitab Gnostik (yang dikarang oleh mereka sendiri, dan bukan para rasul) adalah dongeng dan mitos-mitos rakyat yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Sehingga kitab Gnostik ditetapkan sebagai kitab aliran sesat.

Bersambung ke part berikutnya (Keilahian Yesus)…..

God Bless you…

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: